Monday, November 10, 2008

Kasih Sayang Kunci Perpaduan











Dunia hari ini hampir hampir menjadi neraka.Di penuhi cerita perang, pembunuhan, rusuhan, penindasan, penzaliman, kemungkaran dan maksiat.

Kebaikan amat kurang sekali. Kasih sayang hampir tiada, manakala keadilan, keamanan, keselamatan dan kebahagiaan pupus.

Jiwa manusia terseksa kerana tidak di beri makan.Tapi kalau kemiskinan lahir saja yang disusahkan sedangkan kelaparan jiwa tidak di atasi, maka terjadilah kehidupan yang pincang. Lahir batin tidak seiring atau sejalan lagi.Pada lahirnya manusia bergaul, bermasyarakat dan saling memerlukan tapi hati masing masing kosong, pecah belah dan berburuk sangka, menyimpan dendam, dengki, benci, bakhil dan lain lain.

Di dalam Al Quran ada menyebutkan:

“Kamu lihat mereka bersatu padu tapi hati mereka berpecah pecah” (Al Hasyr:14)

Jadi manusia bekerja tapi dalam keadaan terpaksa, bergaul dan bermesra secara terpaksa, ikut arahan secara terpaksa. Lahirlah masyarakat yang hidup berpura pura sebagai akibat daripada sakit jiwa yang telah melanda kehidupan lahiriah manusia.Bilamana manusia bekerja dengan terpaksa, hasilnya akan mengecewakan. Pembangunan dan kejayaan tinggal laungan kosong. Masing masing memikirkan kepentingan sendiri yang tidak selesai selesai hingga Rakyat dan masyarakat terbiar tanpa perhatian dan pembelaan Inilah yang sedang terjadi sekarang.

Menyedari hakikat ini, marilah kita semua berjuang dan berkorban untuk membina kembali kehidupan berkasih sayang. Mari kita renungkan mengapa orang tidak sayangkan kita dan kita pun tidak sayangkan orang lain.Mengapa orang marahkan kita dan kita pun marahkan orang lain?Mengapa orang bencikan kita dan kita pun bencikan orang lain?

Bagaimana dan apa yang mesti dilakukan supaya orang sayangkan kita dan kita pun sayangkan mereka! Apa usahanya agar diri kita disayangi dan menyayangi?

Olih Cikgu Ku

Monday, November 3, 2008

Saturday, November 1, 2008

ZIKIR SEMASA HAMIL


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Buat teman-teman sekalian...

Seorang wanita yang sedang hamil, atau hendak melahirkan, digalakkan membaca wirid Dan DOA-DOA, yang berupa wirid Dan DOA harian (bersifat umum) mahupun yang lebih bersifat khusus lagi. Lebih-lebih, ketika sedang menjalani proses persalinan. Sebab, pada ketika itu, IA sedang dalam keadaan tertekan, sakit, takut, khuatir, gundah, Dan sedang berada dalam kesukaraan.

Apakah Ada amalan wirid Dan DOA khusus untuk wanita hamil? Alhamdulillah, dari sebuah buku yang berjudul "Wirid Ibu Hamil" karya Ummu Abdillah Naurah binti Abdirrahman, terbitan Pustaka Arafah. Penghantar buku ini ialah Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin (Anggota Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia).

Berikut ini Ada beberapa kutipan sebahagian DOA yang tercantum dalam buku tersebut.

Bacaan ayat-ayat Al-Quran.

1. Membaca Surah Al-'A'raaf : Ayat 54 - 56
Ibnul Qoyyim raahimahullah dalam kitab Al-Waabil Ash-Shayyib (h. 176) menyebutkan bahawa ketika Fathimah Radiallahu 'Anha mendekati masa kelahiran bayinya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memerintahkan Ummu Salamah Dan Zainab binti Jahsy agar datang untuk membacakan ayat Kursi kepadanya Dan juga ayat inna robbakum...Dan seterusnya


Al-A'raaf : 54 - 56

Serta memohonkan perlindungan kepada Allah dengan mua'wwidzatain iaitu,


Surah Al-Falaq


Dan Surah An-Naas.

Riwayat ini dibawakan oleh Ibnu As-Sunni dalam kitab Zawaa'id Al-Musnad dengan sanad hasan dari Ubay bin Ka'ab bahawa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam membacakannya pada seseorang yang terkena penyakit Gila ( kesurupan ).


2. Membaca Surah Al-Ahqaf : 35, An-Nazi'at : 46, Yusuf : 111
Imam Ibnul Qoyyim Raahimahullah dalam kitab Zaad Al-Ma'ad (IV/357) Dan Ath-Thibb An-Nabawi ( h. 530 ) menyebutkan bahawa Ibnu Abbas Raadhiyallahu 'Anhu berkata, "Jika seorang wanita mengalami kesukaran melahirkan, handaknya IA mengambil sebuah wadah yang bersih lalu dituliskan ayat berikut ini ( untuk dimasukkan kedalamnya. )

Ayat tersebut adalah :


Q.S Surah Al-Ahqaaf : 35


Q.S An-Naazi'aat : 46,



Q.S Yusuf : 111.

Kemudian, air tersebut dibasuhkan Dan diminumkan serta disapukan pada bahagian perutnya.

Disebutkan juga dalam kitab Al-Manhal Ar-Rawiyy karangan Ibnu Thulun ( h. 352 ) Dan Zaad Al-Ma'ad karangan Ibnul Qoyyim ( IV/170 ). Al-Baihaqi meriwayatkannya dalam Ad-Da'awat dari Ibnu Abbas secara mauquf. Abu Bakr al-Mawarzi mengatakan," Pernah Ada seseorang yang datang menemui Abu 'Abdillah lalu IA berkata," Wahai Abu Abdillah, apakah engkau berkenan menuliskan ayat untuk seorang wanita yang mengalami kesukaran melahirkan anaknya sejak dua Hari lalu?" Ia kemudian berkata, "Katakan kepadanya agar menyiapkan wadah yang lebar Dan za'faran. Saya melihatnya perlu melakukan hal itu tidak hanya sekali."
Lihat Zaad Al-Ma'ad karangan Ibnul Qoyyim ( IV/358 ).

Sementara itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Al-Fatawa ( XIX/64 ) mengatakan, "Orang yang terkena suatu penyakit boleh dituliskan untuknya ayat-ayat dari kitab Allah Dan dimasukkan ke dalam bejana yang berisi air kemudian diminumkan kepada pesakit. Demikian seperti ditegaskan oleh Imam Ahmad Dan ulama lainnya,"

Dan banyak lagi DOA lainnya yang boleh dibaca. Semuga yang sedikit ini bermanfaat.

Juga boleh membaca buku "Menanti buah hati + Hadiah untuk Yang Dinanti, Darul Qalam, Jakarta oleh al-Ustadz Abdul Hakim dimana dijelaskan bagaimana kewajiban orang tua terhadap anaknya ketika menyambut is buah hati lahir hingga mendidiknya disertai dalil-dalil yang InsyaAllah dapat dipertanggungjawabkan, misalnya bagamaina hukum mengadzankan ketelinga is anak ketika lahir yang banyak diyakini para orang tua sebagai perkara wajib dilakukan, masalah aqiqah, memberi nama, Dan Bid'ah-bid'ah yang dianggap baik yang berhubungan dengan judul diatas.

Thursday, October 30, 2008

Ethics in Business

Ethics in Business
by Philippa Foster Back

A business's approach to ethics depends on the tone set at the top by its chief executive and board of directors. By tone I mean the qualities and style that characterise the organisation's behaviour, from greeting you at the reception to honouring your invoices on time.

All of this feeds through to the tone that the company, through its employees, displays towards all its stakeholders and manifests itself in how it conducts its business. Does it always endeavour to do the right thing or does it routinely cut corners to secure that deal? There is a growing recognition that an ethically bankrupt business risks becoming a financially bankrupt one. Ethics matter.

At the start-up stage, a business's core values reflect those of the entrepreneurs who formed it. This includes the way that they interact and build relationships with other parties. As the business grows, these relationships will change. The relationship that is most affected is the one between the owners and the employees. At the outset, the owners will know everyone and the growth of the enterprise will be closely allied to the effectiveness of teamwork. As a company recruits more people, the closeness of its original team may start to diminish. New employees will bring with them different values, ideas and aspirations. These can be an important part of helping the organisation to develop, but such changes do need managing. In a small company where the directors know everyone, the tone is clear. But, as the enterprise grows – and certainly once it has got to a size where not everyone familiar is with each other – problems can manifest themselves if there's a lack of guidance on what's expected of people. This underlines the importance of leadership to guide growth.

Leadership is not only about the person at the top; it manifests itself at many levels – the team leader, the project manager, the regional director and so on. It's important that they also recognise the example they're setting. It's human nature to emulate one's leader, so, if employees see that their boss is brusque and bullying in his dealings with people, they might copy him in the belief that such behaviour is the way to advance in the organisation.

How can this risk be managed? The simple way to do it is to write a code of business ethics (business principles, statement of how we do business – call it what you will). People work best when they are provided with a non-prescriptive framework within which they can operate (see table). The code sets down how business is to be conducted. Implementation, of course, is still up to individuals, but they need to know that by following the code they will be supported. Organisations following best practice tend to make this support explicit – for example, by stating: "The company will ensure employee protection in cases where their conformance with the code jeopardises the reaching of financial or other targets."

When implementing a code of ethics, it's important that the company gives its employees the means to raise their concerns about any corporate behaviour that they believe does not conform with it. In the first instance they should be able to discuss any issue with their line managers, but if they feel they can't do this, an alternative mechanism must be available to them. Every call or email to such a "speak-up" service should be treated confidentially in all cases.

Putting in a code of ethics supports a business because it's an integral part of building a culture within the organisation. By following best practice and developing a code based on shared core values in consultation with employees, it can become the glue that cements the company together.

In the main, business leaders recognise that operating ethically is the right thing to do. They also understand that it's not always easy to achieve. It only takes one individual not to behave in the way the company would expect for a customer to be lost – potentially a real cost. So there is a defensive business case to be made along with the sustainable business case, which states that ethical companies tend to be better managed, have better employment relations and achieve better financial performance in the long run!

Having a code is widely accepted as normal business practice, but it is the embedding process, led from the top, that will make the difference. A code of ethics will be effective only if there are training programmes implemented in parallel and a mechanism established for employees to raise their concerns. After all, it's hard to manage what you aren't willing to talk about.

A nine-step programme for developing corporate ethics
  1. Find a champion. Unless a member of the board is prepared to drive the introduction of a business ethics policy, it's unlikely that it will be a useful tool.

  2. Identify core vales. Ensure that your company has established core values. If it hasn't yet done so, identifying them must be the next step.

  3. Secure endorsement from the board. Values and ethics are matters of corporate governance. The board must be enthusiastic not only about having such a policy but also about receiving regular reports on its operation.

  4. Find out what bothers people. Merely endorsing a standard code or copying that of another company will not suffice. It's important to find out the issues on which employees require guidance.

  5. Pick a well-tested model. Use a framework that addresses issues as they affect different constituents of the company (a "stakeholder model"). The usual ones are: shareholders, employees, customers, suppliers and the local/national community.

  6. Produce a code of business ethics. This should be distributed in booklet form or included in a staff manual or on the company's intranet.

  7. Try it out first. The code needs testing, perhaps with a sample of employees drawn from all levels and locations.

  8. Issue the code and make it known. Publish and send the code to all employees, suppliers and others. State publicly that there's a code and an implementation programme that covers the whole company.

  9. Make it work. The policy needs to be endorsed and launched by the chief executive and distributed to all levels and locations. Practical examples of the code in action should then be introduced into all internal and external training programmes, including induction courses. A review mechanism should be established and a code "master" needs to be appointed.
Source: Simon Wesley, Developing a Code of Business Ethics, Institute of Business Ethics, 2003.

SANTAI


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com


Wednesday, October 29, 2008

Thursday, October 23, 2008

ALIFF dan ATHIRAH BERAYA


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com

ANAKKU


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com

ALIFF


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com

kelab sukan


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com

Anakku


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com

BERMAAF-MAAFAN DI PAGI RAYA 2008


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com

What is effective communication?


Most of the time, we hear about communicating more effectively with the people around us. But what exactly is effective communication? We asked Louise Clark, a career and interview coach, about it and here is the first of Louise's two-part story as she warms up to the task and shares with us on the need to communicate effectively.

On average, about 70% of our time is spent communicating, whether it is verbal, non-verbal or through listening, reading or writing.

In basic terms, communication is the transmitting of an idea or an opinion from one person or group to another person or group; an exchange of ideas. Effective communication is required to ensure the message is delivered, received, interpreted and acted upon in the way it was intended.

Whoever you are – an office junior, CEO or stay at home dad – effective communication is key to achieving both your personal and professional goals.

There are two main elements to Effective Communication, assertive speaking and active listening.

Assertive speaking - To project yourself (verbally and non-verbally) in a direct, confident and relaxed way in order to be able to deliver your message, image or idea in the way that you meant it to be heard, whilst at the same time encouraging the audience to do the same.

Active listening - Utilizing empathy and respect to listen to both the content (verbal) and the emotional (non-verbal) elements of the message, idea or image being delivered in order to hear the message as it was meant to be heard.

Effective communication requires more than just words. It needs positive, direct and confident body language, facial expressions, pace and tone of your voice to all add weight to what you want to say.

Professor Mehrabian of the University of California looked at how face-to-face communication is received by any listener. The research discovered effective communication is based around three main areas, with the content or words used only accounting for 7% of the whole message.

Impact of communication
Communication





Achieving Effective Communication
At school we are taught to read, write and speak appropriately. I am sure we can all remember a teacher telling us to 'be quiet' or the ever popular 'shut up and (listen)'. But with the lack of formal training to listen, coupled with stress, deadlines and tension at work, it is not surprising that we can go through our work and home life without properly listening.

We are often caught in a tug-of-war scenario where more than one person is trying to speak at the same time, struggling for control of the conversation resulting in no one receiving the right message. Tension is created, the conversation takes an adversarial tone and ineffective communication takes over. Effective communicators are aiming to achieve a 'see-saw' style interaction, where one person is the speaker and the other person is listener. This usually switches between the people involved as they aim to achieve the same goal - mutual understanding and collaborative working.

Sunday, October 5, 2008

Tuesday, September 16, 2008

Selamat Hari Raya Aidilfitri diucapkan kepada semua.






Di sini saya ingin mengambil kesempatan memohon ampun dan maaf di atas segala keterlanjuran saya sama ada dari segi kata2 mahupun perbuatan. Seandainya ada termakan atau terminum, harap dapat dihalalkan. Seandainya terdapat hutang saya yang belum dilangsaikan, sila tuntut daripada saya ya.

Kepada yang akan memandu untuk balik beraya di kampung, sila memandu dengan cermat dan sentiasalah mematuhi undang2 jalan raya. Berhati-hati di jalan raya. Pandu Cermat Jiwa Selamat. Ingatlah orang yang tersayang. hehehe... Skema la pulak pesanan raya ni. hehee...

Kepada yang akan beraya di Taiping @ Utara, jemputlah singgah ke rumah keluarga saya pada hari raya kedua.

Mendengar iklan2 raya di radio, hati saya tercuit dengan 1 iklan... dan saya ingin meminjam 'tagline' iklan tersebut...
"Salam Aidilfitri dari tangan ke hati" - Tangan bersalaman...Hati memaafkan.

Tujuh Asas Memupuk Fikiran Positif.

Cemana nak berfikiran positif?

Sebenarnya, ia senang di mulakan bila Anda sudah tahu asasnya. Pupuk pemikiran positif dengan…

1. Bersangka Baik Dengan Sesiapa Saja.
Niatkan dalam hari, Anda mahu baik dengan semua orang yang ada di sekeliling Anda.

2. Tumpukan Pada Nilai-nilai Murni.
Walau siapa jua yang Anda jumpa, yang Anda temui, bercakap dan berinteraksi, fokus pada sikap-sikap baik yang Anda lihat ada pada dirinya.

3. Elak Emosi Negatif.
Jauhkan diri Anda dari sikap pendengus, cepat marah, selalu sakit hati, asyik geram dan buruk sangka.

Bila emosi-emosi negatif ada (walaupun sedikit), ia akan menghalang Anda dari menjadi orang yang berfikiran positif. Elak emosi-emosi negatif dari meresap masuk ke fikiran.

4. Istighfar Serajin Mungkin, Seikhlas Mungkin, Sebanyak Mungkin.
Lafaz istighfar dengan sepenuh hati dapat membuang segala emosi negatif yang bersarang di minda.

Bila Anda sedar yang Anda sudah berubah sedikit ke emosi negatif ataupun sudah mula bersangka buruk, cepat-cepat istighfar.

Bila mendengar orang lain memaki atau orang mengumpat, istighfar dalam hati. Sebab, perkataan buruk yang Anda dengar akan mencetuskan banyak gelombang emosi negatif yang mencemarkan pemikiran positif.

5. Play More, More and More. Have Fun!.
Hiburkan hati, dekatkan diri Anda dengan jenaka, lawak dan yang lucu-lucu. Ketawakan diri sendiri bila buat silap, ia mengelak rasa tertekan.

Kesannya, Anda dapat maintain fikiran positif. Selain tu, cuba gembirakan diri.

Bila rasa gembira, teruja dan seronok, Anda jadi lebih bermotivasi, lebih bersemangat!

6. Jangan Ambil Kisah Cakapan Orang.
Biarkan saja mereka. Buat saja, terus latih minda Anda supaya berfikiran positif dengan 5 langkah di atas.

Terlalu banyak mendengar komen orang akan menyusahkan diri sendiri, kerana bila situasi negatif terjadi pada Anda (ditarik oleh pemikiran negatif), mereka hanya akan mampu melihat. Mereka hanya akan mampu berasa kasihan.

Yang susah siapa? Anda juga sebab ia terjadi pada Anda, bukan mereka.

7. Elak Menyalahkan Orang, Situasi, Keadaan, Persekitaran, Benda.
Tetapi, salahkan diri sendiri, sebab tak buat yang terbaik. Anda kali ni silap, tekad untuk buat yang terbaik, lagi OK di masa akan datang.

Orang yang berfikiran positif tak suka menyalahkansesiapa, menyalahkan situasi, keadaan, persekitaran, mahupun benda. Dia mengkaji di mana silapnya, menganalisa lalu mengambil inisiatif berubaha ke arah yang lebih baik.

Mungkin, hari ini Anda silap. Mungkin Anda GAGAL. Mungkin Anda dah nak give up.

Siapa tahu, esok mungkin hari yang cemerlang untuk Anda!

7 Perkara Yang Membuat Anda Bermotivasi Di Waktu Pagi

Perkara terbaik yang Anda patut lakukan di waktu pagi, adalah :

1. Bersyukur, bersyukur, bersyukur.
Bersyukurlah sebab Anda masih diberi peluang untuk meneruskan hidup, Anda masih ada kesempatan untuk melakukan yang terbaik hari ini, lebih baik dari yang kelmarin.

2. Tekad Bermotivasi.
Pasang niat dalam hati yang Anda mahu jadi bersemangat sepenuhnya. Ambil beberapa artikel-artikel motivasi pendek dan baca dalam seminit dua.

Di waktu awal pagi, jangan buka email, baca newspaper, baca gosip-gosip mahupun join sesi mengumpat bersama kawan-kawan. Sebab, ia menerbitkan energi negatif lalu menghalang Anda dari bermotivasi sepanjang hari.

3. Dekatkan Diri Dengan Sesi Motivasi.
Ikuti sesi-sesi motivasi di media, misalnya Motivasi Pagi di TV3 dan sesi motivasi Dr Izzy di Hot FM. Luangkan masa 3-5 minit memberi motivasi pada diri sendiri melalui sesi-sesi motivasi pendek ni.

Motivasi harus dijaga, sebab kalau tak di jaga Anda ia mudah turun. Kesannya, Anda jadi tak bersemangat, lemah longlai dan lemas.

4. Dalam Apa Jua Yang Anda Buat, Mulakan Dengan Bismillah.
Bila Anda start punch card nak masuk kerja, baca Bismillah, moga Anda dijauhkan dari bisikan syaitan yang membuat Anda lalai, mengantuk, macam tak cukup ‘cas betri’ saja.

Andai kata Anda seorang pelajar, start nak masuk kelas, duduk di kerusi Anda dan start nak bukak buku, mulakan semuanya dengan Bismillah. Moga apa jua yang Anda lakukan mendapat keberkatan.

Masuk aje kelas, pasang niat Anda mahu menuntut ilmu. Bila istiqamah melakukannya, Anda punya peluang cerah untuk menjadi cemerlang!

5. Set Target Kemajuan Diri Sendiri
Ini juga kurang dititikberatkan. Bila dah keluar rumah sama ada ke kelas atau ke tempat kerja, kita tak tahu apa yang kita nak capai hari tu. Betul tak?

Kita hanya nak sampai di sana, bekerja (atau menghadiri kelas) lepas tu nanti petang balik rumah, berehat, makan, minum, pastu tidur. Esok pagi, bangun dan perkara sama berulang lagi.

Hidup Anda bagai dalam 1 bulatan, situ-situ saja.

Mulai hari ini, ubah sikap Anda. Set target apa yang Anda mahu capai, lagi best setkan untuk setiap hari.

Andai Anda seorang pelajar, set target berapa bab yang Anda nak ulangkaji, berapa buah buku yang Anda nak baca dalam minggu ni, berapa soklan Anda nak tanya dengan lecturer Anda nanti.

Andai Anda seorang usahawan, set target berapa jualan yang Anda nak capai hari ini dan berapa keuntungan yang Anda nak dapat hasil dari bisnes Anda. Set juga apa yang Anda nak pelajari hari ni dalam bidang bisnes Anda.

Andai Anda seorang pekerja, set berapa tugas yang Anda nak siapkan dan set limit masa untuk Anda menyiapkan segalanya. Kecekapan seorang pekerja di nilai dari kepantasan, ketepatan dan kekemasan.

6. Lihat Warna Cerah
Warna boleh mempengaruhi mood. Warna cerah membuat kita jadi energetik, ceria dan penuh dengan idea.

Setiap hari, lihat warna-warna yang cerah seperti kuning, merah, biru dan hijau. Cara ni saya dah test sendiri, berkesan sungguh!

Dekatkan diri dengan benda-benda berwarna cerah sebab ia mampu merubah mood Anda menjadi positif.

7. Penuhkan Hati Dengan Kemaafan
Lepaskan segala yang dulu-dulu. Maafkan orang diwaktu pagi, maafkan kesalahan semuanya dari dulu sampai sekarang.

Lepaskan dendam, rasa tak puas hati, geram, sakit hati dan yang sewaktu dengannya.

Andai emosi-emosi negatif ni bersarang di hati (walaupun sedikit) ia menghalang motivasi. Kesannya, Anda jadi orang yang tak bersemangat langsung.

Lebih teruk, Anda jadi orang yang berfikiran negatif, hanya nampak yang negatif dalam diri setiap orang, setiap situasi dan setiap benda.

Anda mesti berubah untuk kemajuan diri.

Berani Berubah Untuk Kecemerlangan Hidup!

Lagi 5 Tips Menjadi Individu Menarik

Kali ni saya kongsikan 5 lagi tips untuk menjadi individu menarik , seperti kata Amin Idris, ada karisma dan berpersonaliti magnetik!

Eh, mana lagi 5 topik sebelum ni?

Anda kena lawati blog Dr Inspirasi untuk 5 tips bagaimana menjadi individu menarik di link ini…

Untuk melatih diri supaya menjadi individu menarik, Anda cuma perlu…

1. Pamerkan Air Muka Bertenaga.
Sapa orang sekeliling dengan suara yang jelas sambil mempamerkan air muka bertenaga. Sesiapapun akan jadi kagum dengan Anda, walau pertama kali berjumpa.

2. Relaks, Be In Control.
Bercakap dengan nada gaya terkawal, tak terlalu gopoh, tak terlalu excited, tapi terkawal. Kawal emosi, walaupun ketika Anda sedang sakit hati.

Pernah tak Anda melihat gaya Jalaluddin Hassan, Datuk Seri Anuar Ibrahim, Hani Mohsin atau Halim Othman? Gaya mereka bercakap adalah gaya gentleman, gaya yang ‘always be in control’ .

Mereka adalah contoh sebenar individu-individu menarik. Jangan pula terlalu kontrol (keras!) Biar relaks, biar santai, biar lancar.

3. Pakaian Kemas Dan Bersih Ke Mana-mana Saja.
Selalu tak Anda tengok David Beckham?

Penampilannya di dalam padang bola dan ketika menghadiri majlis makan malam, pelancaran produk atau penganugerahan, dia cukup menyerlah. Kenapa ya? Sebab, dia selalu berpakaian kemas, bersih dan segak ke mana-mana saja!

Walaupun Anda suka memakai tshirt ngan jeans, biar nampak bersih, simple dan nampak menarik!

Kita perlu bijak menyesuaikan pakaian dengan situasi, keadaan atau majlis, baru kita kelihatan menonjol di situ. Sesiapa jua akan jadi tertarik untuk menegur kita.

4. Pilih Yang Positif, Lupakan Yang Negatif.
Jika Anda pernah ada krisis dengan sesiapa atau Anda pernah bertengkar dengan sesiapa, jangan ada benci. Pilihlah untuk berkawan dengannya, elak bermusuh dengannya lama-lama.

Dendam kesumat yang ada di dalam hati membuat Anda orang yang berfikiran negatif, sebab dendam itu akan menarik sifat marah, panas baran dan pendengus. Sikap-sikap ini membuat sesiapa saja kurang senang dengan Anda, walaupun ibu, bapa atau adik beradik sendiri.

Jadi, untuk menjadi individu menarik, bersedia untuk membuang sikap tersebut, langkah demi langkah. Pilih yang positif, lupakan yang negatif, selupa yang mungkin.

Buang sikap negatif jauh-jauh, sejauh yang mungkin!

5. Berkawan Dengan Sesiapa Saja.
Jangan pilih dengan sesiapa Anda berkawan. Jaga hati setiap orang. Anggap semua orang penting.

Bagi setiap individu, mereka mahu dihargai. Jadi, untuk menarik minat mereka terhadap Anda, layan mereka dengan baik sekali, pamerkan kesopanan, jaga pandangan mata (eye contact) dan jaga postur badan Anda. Elak berpeluk tubuh atau menyilang kaki ketika bercakap.

Bergaul dengan sesiapa saja, kerana ia akan membuat Anda bijak menyesuaikan diri dengan semua orang, semua peringkat umur, hampir semua bangsa.

Bak kata pepatah, bila masuk kandang ayam, berkokok. Masuk kandang kambing, mengembek.

Masuk kandang singa, kita mengaum!

5. Selalu Berterus Terang, Telus, Jujur.
Ini tips yang paling penting.

Jangan kata yang Anda ni jujur, tapi, pamerkan kejujuran dalam apa jua yang Anda lakukan, di mana jua Anda berada.

Jangan kata yang Anda ni telus, tapi pamerkan ketelusan dalam apa jua yang Anda lakukan, apa yang Anda kerjakan, anytime, anywhere, everytime, everywhere!

Buat dan buktikan lebih baik dari bercakap, sebab orang sekeliling lebih memandang apa yang Anda buat. Masyarakat bijak menilai.

Mereka tahu, orang yang banyak bercakap dari membuat, hanya tahu mempamerkan kehebatan diri dalam kata-kata yang diucapkannya tapi kurang mencapai apa-apa.

Bertenang Lebih Baik Dari Tertekan


Sebaik-baik cara untuk menangani stress adalah dengan bertenang. Sebab, dengan bertenang, minda dapat bekerja dengan lebih baik dan lebih efektif.
Bila stress, fikiran menjadi buntu, bingung dan keliru. Anda takkan tahu apa yang perlu di lakukan.
Kesannya, Anda cenderung melakukan kesilapan, lebih teruk lagi, melakukan kesalahan yang Anda kesali seumur hidup.
Cemana nak bertenang? Anda hanya perlu mengawal nafas lalu lupakan apa yang membuat Anda tertekan. Masalah kebanyakan orang, mereka tak mahu melupakan seketika apa yang membuat mereka tertekan.
Kita perlu buat muhasabah diri. Kita asyik tertekan sebab kita ada rasa marah dalam diri, ada something yang kita puas hati, maybe sebab kewangan, keluarga atau benda di tempat kerja yang membuat kita geram sendiri.
Kita perlu sentiasa istighfar dan maafkan orang lain, situasi, benda, perkara serta diri sendiri. Memaafkan diri sendiri dapat membuang rasa marah, selepas tu membuang rasa tertekan, membuat kita ‘immune’ dari stress.
Stress boleh dielak bila kita tahu caranya. Paling asas adalah dengan melatih diri supaya bertenang. Kalau boleh, biarkan rasa tenang tu wujud dari pagi hingga ke malam hari.
Hidup lebih lancar bila kita tenang, relaks, be in control. Orang-orang yang berjaya dalam pelajaran, kerjaya dan bisnes adalah mereka yang melatih diri untuk sentiasa bertenang kerana mereka tahu, rasa tertekan hanya akan menahan diri mereka dari mencapai kejayaan.

Apa Yang Orang Cemerlang Bincangkan

Saya berkongsi kata-kata motivasi dari Dr Fadzilah Kamsah, dia berpesan :

“Orang-orang gagal suka berbincang mengenai hal orang lain. Orang-orang sederhana suka berbincang mengenai peristiwa yang berlaku di sekitarnya. Orang-orang berjaya pula, suka berbincang mengenai perkara yang dapat mengubah diri merekanya ke arah pencapaian yang lebih cemerlang, lebih baik dari yang sebelumnya.”

Bila kita tekad mahu menjadi orang yang cemerlang, hentikan bercakap lebih banyak tentang orang lain, apa yang mereka lakukan, kegagalan mereka, bisnes mereka dan apa yang membuat kita tidak puas hati dengan sikap mereka.

Tetapi, ubah sikap itu dengan memfokus kepada perubahan yang boleh diaplikasikan pada diri Anda sendiri, supaya dapat membentuk Anda menjadi orang yang cemerlang, tak kira cemerlang dalam pelajaran, kerjaya mahupun perniagaan.

Salah satu sikap orang cemerlang adalah, mereka sentiasa berubah supaya dapat memajukan diri kepada level yang lebih baik.

Mereka meniru sikap orang-orang yang lebih cemerlang daripada mereka lalu menyerapnya menjadi sikap diri sendiri.

Tips motivasi kali ini, cari orang-orang cemerlang, tiru pemikiran mereka, mindset mereka dan kalau boleh berkongsi aspirasi mereka, agar Anda juga dapat berjaya seperti mereka!

Work And Play

Mugkin Anda pernah mendengar pepatah work and play. Maksudnya, di kala Anda bekerja, Anda berseronok.

Tapi, bila bos Anda tahu Anda berseronok, banyak main-main time bekerja, sudah tentu Anda berisiko di buang kerja! Namun bukan itu yang saya maksudkan.

Kita jadi lebih bersemangat bila kita rasa seronok. Untuk menjadikan diri kita seronok, kita perlu lebih banyak ketawa dan bermain. More play!

Kan itu lebih baik dari asyik layan tekanan? Dekatkan diri Anda dengan apa saja yang membolehkan Anda bermain, berseronok dan jadi kurang tertekan.

Jika menyanyi boleh buat anda rasa seronok, maka menyanyilah. Kawal vokal Anda, jangan sampai menganggu orang lain pula. Biar syok sendiri-sendiri saja ya..

Jika bermain games boleh buat Anda jadi seronok, cuba main games ketika time rehat tempat kerja Anda.

Jika membaca membuat Anda rasa dibuai keseronokan, luangkan masa membaca ketika masa renggang Anda. Mungkin novel mahupun manga Jepun menjadi teman baik Anda.

Jika memetik gitar membuat Anda seronok, di waktu rehat cuba main dua atau lima lagu, sehingga Anda rasa seronok. Selepas itu, buat tugasan Anda. Emosi Anda akan bertukar menjadi bersemangat dari biasa!.

Dalam sehari, buat apa yang menjadikan Anda seronok, tetapi jangan tinggalkannya kerana ia ibarat mencabut keseronokan dari diri Anda. Kesannya, Anda akan jadi kurang bersemangat. Kurang syok.

Ini adalah rahsia Google, di mana syarikat gergasi internet tu telah dinobatkan sebagai tempat kerja paling best di seluruh Amerika. Sebab? Google menggalakkan pekerja-pekerja berseronok di tempat kerja dan ketika waktu mereka bekerja.

Tak percaya? Anda boleh baca sendiri di internet dan cari videonya di YouTube. Pekerja Google diberikan makanan percuma, gelanggang bola tampar percuma, games komputer percuma, khidmat massage percuma, rawatan klinik professional percuma dan sudah tentu, pengangkutan percuma ke tempat kerja. Kesannya, mereka kurang rasa tertekan bahkan menjadi cukup seronok, tak sabar tiap kali turun bekerja.

Paling utama, mereka memberikan Google, syarikat tempat mereka bekerja komitmen 100%. Mereka sanggup overtime lama, balik lewat dari tempat dan turun bekerja pada hujung minggu!

Pada wajah mereka terpamer motivasi dan kesungguhan bekerja walau apa jua jenis tugas yang perlu dilakukan. Mahu jadi seperti mereka?

Mahu jadi energetik dan sukakan cabaran? Cari apa yang membuat Anda jadiseronok hari ini juga!

Ada keseronokan, sudah tentu ada motivasi.

Melepaskan Kenangan Pahit

Saya agak heran bila ramai orang bertanya cemana nak lupakan kenangan-kenangan pahit yang lalu. Jawapannya cuma satu, lupakan habis!
Memang nampak macam kebudak-budakan, tapi itulah cara yang paling mujarab. Sebaik-baik cara nak let go satu kenangan buruk, adalah dengan melupakannya selupa yang mungkin. Namun, tak semua orang dapat melakukannya dengan baik.
Lupakan saja. Selepas itu, fokus fikiran pada apa yang Anda usahakan di masa kini dan matlamat yang Anda mahu capai Anda di masa hadapan.
Jangan sesekali mengingat masa lalu, kerana berbuat begitu sentiasa menghalang Anda dari berusaha serajin mungkin mencorak kejayaan diri sendiri. Motivasi Anda akan menurun dan Anda jadi kurang bersemangat, lebih-lebih lagi bila berdepan dengan cabaran getir.
Kerap kali bila kita cuba mengingat masa lalu, akan muncul bayangan di minda seperti sebuah paparan video, imej atau wayang gambar. Cara nak melupakan kenangan ni, adalah dengan ‘memadam’ bayangan tersebut step by step, perlahan-lahan.
Bayangkan kenangan tersebut menjadi kabur, seperti siaran tv yang menjadi kelabu, menjadi semakin kurang jelas dan hanya dipenuhi garisan-garisan hitam. Bayangkan seolah-olah ia menjadi semakin malap, malap, jadi makin malap lalu akhirnya lenyap.
Latih diri Anda melakukan teknik ini, lama-kelamaan minda Anda akan terbiasa lalu dapat melupakan memori pahit masa lalu. Tapi, teknik ini memerlukan ketahanan emosi.
Anda perlu banyak bersabar. Latih diri untuk jadi orang yang benar-benar penyabar, kerana sabar itu adalah salah satu sikap orang-orang bijak dan orang-orang cemerlang.
Orang-orang cemerlang tahu mengawal emosi dan tahu mengawal apa yang bermain di fikiran mereka. Berubahlah menjadi seperti mereka.
Hijrahkan diri ke arah kejayaan masa depan!